Antara Guys dan Guy Fawkes

Roby Aji - Thu, Jan 16, 2020 7:29 AM

Hai, guys!  Kalau anda akrab dengan sejarah Britania, mungkin anda kenal dengan nama Guy Fawkes. Seorang tokoh pemberontak, yang turun temurun dikisahkan dalam cerita rakyat berjudul Gunpowder Plot. Dalam Bahasa Indonesia dapatlah kiranya diartikan dengan Persekongkolan Mesiu. Dikenal demikian karena cerita ini berkisah tentang Guy Fawkes, yang bersama komplotannya merencanakan pembunuhan masal terhadap anggota parlemen Inggris di abad ke-16.

Guy Fawkes & Pemberontakan

Sejarah mencatat, peristiwa itu terjadi ketika paham protestan mulai berkembang di Eropa. Sementara di kerajaan Inggris, ketika King James I berkuasa, gejolak yang lama terpendam itu meletup mencapai puncaknya. Hal ini karena telah lama kelompok penganut katolik merasa terancam dan diperlakukan tidak adil oleh penguasa protestan. Hingga pada suatu malam, di tahun 1605, berkumpullah sejumlah tokoh katolik di Lambeth.

Mereka akhirnya bermufakat untuk menyingkirkan King James I dari tampuk kekuasaan. Caranya, tidak lain adalah dengan melakukan pembunuhan. Namun demikian, satu di antara yang hadir: Guy Fawkes, tidak setuju dengan cara itu.

Ia menyarankan untuk tidak hanya melakukan pembunuhan terhadap King James I, tetapi juga menghancurkan semua musuh yang mengusik umat katolik. Raja, pemerintah, juga termasuk parlemen kerajaan Inggris. Semua tiran dari kalangan protestan mesti dihancurkan untuk menciptkan kedamaian. Begitu pendapatnya.

Rencana itu pun perlahan dijalankan. Mula-mula mereka selundupkan tiga puluh empat barel bubuk mesiu. Barel demi barel mereka kirim setiap malam. Diam-diam, mesiu itu dibawa dengan kapal kecil, menyebrang sungai, lantas disembunyikan di ruang bawah tanah. Tepat di bawah Gedung tempat rapat parlemen akan diselenggarakan.

5 November 1605, ketika semua anggota kerajaan dijadwalkan bertemu, semuanya telah siap di bawah tanah. Guy Fawkes berjaga sendirian. Dengan lentera dan pakaian yang menyamarkan rupanya, ia bersiap menyulut korek.

Namun yang ditunggu Guy Fawkes tak kunjung tiba. Sekelompok pasukan kerajaan justru datang menyergapnya. Tahulah ia, bahwa pertemuan parlemen telah dibatalkan, dan rencana peledakan itu telah diketahui kerajaan.

Guy Fawkes pun ditangkap. Pada mulanya ia bungkam, namun akhirnya mengaku juga. Semua tokoh yang terlibat kemudian ditangkap dan diadili. Dengan tuduhan penghianatan, pengadilan pun menjatuhi mereka dengan hukuman mati. Meski rekan-rekannya mati di atas gantungan, Guy Fawkes lebih memilih bunuh diri.

Perayaan & Ejekan

Kegagalan Guy Fawkes itu rupanya memang sengaja tak hendak dilupakan. Peristiwa itu diabadikan dalam berbagai cara, termasuk melalui puisi rakyat berjudul The Fifth of November. Dalam film V for Vendetta puisi ini juga berulangkali dibacakan. Tidak heran, sebab kisah Guy Fawkes-lah rupanya yang mengilhami film itu. Kalau anda sudah menonton, tentu anda familiar dengan larik-larik berikut.

Remember, remember!
The fifth of November,
The Gunpowder treason and plot;
I know of no reason
Why the Gunpowder treason
Should ever be forgot!

(Ingat, ingatlah!
hari kelima bulan November
pengkhianatan dan persekongkolan mesiu;
aku tak punya alasan 
mengapa pengkhianatan mesiu
mesti dilupakan!)

Bagi kerajaan Inggris peristiwa itu merupakan karunia besar, karena terhindar dari kehancuran yang luar biasa. Oleh karena itu setiap tanggal 5 November kerajaan merayakannya besar-besaran.

Hingga kini, masyarakat Inggris masih juga memperingatinya. Biasanya orang-orang berkumpul pada festival yang disebut Guy Fawkes Day. Sementara beberapa kalangan lebih suka menyebutnya dengan nama Bonfire Night.

Pada perayaan itu, banyak orang berkostum seperti tahanan. Ada yang berlarian menarik tong api, ada pula yang berarakan santai di dalam pawai. Sebagian membawa obor dan sebagian lagi mengusung patung yang dibakar. Sementara puncaknya, adalah semarak kembang api, bersamaan pula dengan dibakarnya api unggun raksasa.

Pada mulanya festival ini bermaksud untuk mengutuk rencana peledakan itu. Oleh karena itu, orang-orang memperingatinya dengan membuat patung Guy Fawkes yang buruk rupa. Tak lupa beserta komplotannya. Patung-patung itu kemudian diarak, diejek, lantas dibakar di dalam pawai.

Saking buruknya rupa patung Guy Fawkes, masyarakat London di abad ke-18 lantas menjadikan namanya sebagai julukan bagi orang yang berpakaian buruk. Atau berselera rendah dalam berpakaian.

Lebih dari itu, panggilan guy kemudian menjadi umum digunakan untuk menjuluki mereka yang berpenampilan aneh, orang yang berasal dari kelas rendah, juga orang-orang yang berkelakuan buruk. Singkatnya, panggilan guy  menjadi ejekan yang umum dalam keseharian masyarakat London. 

Menyebar ke Mana-mana

Seiring berjalannya waktu, kisah Guy Fawkes tak lagi akrab bagi penutur Bahasa Inggris. Sementara Bahasa Inggris terus menyebar ke seluruh sisi bumi.

Dalam keadaan demikian, pada abad ke-19, terutama pada kalangan penutur bahasa Inggris di Amerika Serikat, lambat laun kata guy  menjadi sapaan yang umum. Bukan lagi sebagai ejekan.

Kata guy telah mengalami pergeseran makna, dan lebih lazim ditempatkan sebagai sinonim dari man dan fellow yang bermakna 'lelaki' dan 'kawan'. Hingga pada akhirnya kata ini bahkan dapat pula merujuk pada kelompok lelaki atau pun perempuan.

Dalam pergaulan online seperti youtube dan instagram, kata ini menjadi sangat populer. Hal ini seiring dengan pesatnya perkembangan video blog sebagai sarana hiburan. Google Ngram mencatat, setelah mengalami peningkatan frekuensi pada dekade 80-an,  kata guy mencapai puncak lonjakan pada tahun 2005.

Secara gramatis kata guy dapat digolongkan ke dalam jenis kata sapaan. Kata ini umumnya ditemukan dalam bentuk pluralnya; guys, dan digunakan untuk menyapa lawan bicara yang berjumlah lebih dari satu. Kata ini sepadan dengan sapaan kak, bung, dik, atau kawan dalam Bahasa Indonesia. Dapat pula disepadankan dengan bro, comrade, atau akhi di dalam Bahasa lain.

Merangkum sejarah panjang perjalanan kata guys, kamus Webster mencatat empat definisi. Pertama, 'lelaki, kawan' dan 'orang' dalam arti plural untuk menunjuk sejumlah anggota kelompok tanpa memandang jender. Kedua, 'individu'. Ketiga, 'sesosok patung Guy Fawkes yang dibuat aneh untuk diarak dan dibakar dalam tradisi peringatan Hari Guy Fawkes di Inggris'. Sementara keempat, 'seseorang yang berpenampilan aneh'.

Demikianlah perjalanan panjang kata guy. Bermula dari nama seorang pemberontak, kini ia menyebar ke mana-mana. Menjadi sapaan akrab bagi hampir setiap orang di dunia.




Pintu Video